Kisah Indonesia dimataku dari waktu ke waktu

garuda_pancasila

SD

Bila saya flash back sejenak ketika saya di ‘doktrin’ oleh guru-guru SD saya dahulu tentang bagaimana kondisi Tanah air kita, saya seakan-akan berada di Negeri impian. Sebuah Negeri dengan kekayaan alam yang melimpah. Hal itu didukung pula dengan teori-teori lain seperti ramahnya masyarakat kita, Kuatnya ikatan emosional antar sesama kita, sehingga muncul kata gotong royong disetiap pekerjaan. Bapak dan Ibu guru saya dengan penuh semangat menceritakan bahwa Indonesia disebut sebagai jamrud khatulistiwa oleh bangsa lain. Negeri yang mungkin menjadi salah satu replika surga. Bung Haji Rhoma Irama pun tak ketinggalan “membantu” Guru saya menerangkan bagaimana berlimpahnya penduduk kita.

SMP

Setidaknya hal itu yang menemani hari-hari saya di SD ketika berbicara tentang Tanah air kita. Coba bila kita bandingkan dengan hari-hari saya saat di SMP mungkin hal-hal di atas sudah mulai mereda. Diawali dengan saya mulai mengetahui bahwa Negeri dengan segala kekayaannya (baik SDA maupun SDMnya) mempunyai predikat Sebagai Negeri berkembang. Khusus bagi saya pribadi, hal itu sangat bingung saat itu (waktu saya SMP) kok bisa, Jepang saja dengan segala kekurangannya bisa mendapat predikat sebagai Negera Maju. Kok bisa, Inggris yang sekecil itu menjadi salah satu anggota G8, setahu saya waktu itu Negara G8 adalah kelompok Negara termaju didunia.

SMA

Lebih bingung lagi ketika saya di SMA, saat itu Guru Geografi saya mengatakan bahwa Indonesia tergolong sebagai Negara berkembang sejak beliau masih SD. Beliau juga menjelaskan bahwa Negara Berkembang adalah pemberian nama yang sopan bagi Negara Miskin, terbelakang dll, layaknya jika kita ingin Buang air besar kita mengatakan ingin ke belakang. Bukan hanya seperti itu, dari pelajaran Budi Pekerti di SMA, saya mengetahui bahwa jikalau dikalkulasikan untuk melunasi hutang Indonesia adalah Rp.7.000.000 per kepala dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia saat itu (sekitar tahun 2003) 200 juta. Ini per kepala, jadi yang baru lahir maupun yang mau meninggal dibebankan Rp.7000.000 untuk melunasi hutang Indonesia.

Sedikit cerita lain saat SMA

Waktu itu, sebagai manusia biasa, saya juga membutuhkan eksistensi saya diakui diberbagai kalangan. Tidak terkecuali pada orang yang sudah tidak concern pada informasi-informasi seperti ini. Dalam hal ini, saya mencoba menampakkan eksistensi saya sebagai pelajar SMA dengan iseng mengajak ngobrol seorang petani yang menurut perkiraan saya sudah berumur 60 tahun. Tema yang saya bahas adalah tentang masalah hutang Indonesia yang saya ketahui dari Pelajaran Budi Pekerti saya. Disinilah yang saya maksudkan saya mencoba menampakkan eksistensi saya, yaitu dengan mengambil tema obrolan yang menurut perkiraan saya jauh dari pemikiran beliau. Secara seksama, walaupun dengan raut wajah yang bingung, Beliu  mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut saya. Namun, diakhir pembicaraan, alih alih saya dipuji karena sudah sepatutnya seorang pelajar memikirkan bangsanya, malahan saya dicemooh oleh beliau. Beliau mengatakan, apa yang dibicarakan oleh saya bohong belaka. beliau beralasan, bahwa sejak dahulu hingga sekarang, beliau tidak pernah gratis, dimulai dari makan, biaya sekolah anak cucunya, listrik, BBM , penerangan jalan dll. Tapi mengapa masih dianggap berhutang. Beliau menghitung, (beliau dan keluarga) berhutang Rp.70.000.000 kepada negara. Beliau juga menguatkan alasannya dengan menyatakan bahwa sampai saat ini Beliau belum pernah merasakan yang namanya pensiun. Tapi kok masih dianggap berhutang ?.  Saya hanya bisa terdiam, pertama karena saya tidak menyangka bahwa beliau akan mengungkapkan alasan hingga sampai ke pembayaran pajak penerangan jalan, kedua karena memang alasan beliau sangat masuk akal. Lalu sebenarnya siapa yang berhutang ?.

Kini (2009)

Lebih membingunkan lagi, ketika saya browsing, saya mendapatkan telaah hasil studi yang dilakuan World Economic Forum dan Universitas
Harvard sekitar tahun 2002 tentang negara gagal, ciri-cirinya, dan apa
akibatnya. Studi mereka meliputi 59 negara, hal mana Indonesia termasuk.
Studi ini memberi tempat untuk kita bercermin tentang apa yang sedang
terjadi di Indonesia. Artinya menurut penelitian ilmiah yang sudah teruji metodanya, negara kita adalah sebuah negara yang gagal. Karena semua ciri negara gagal telah ada di Indonesia. Mulai dari Kriminalitas yang merajalela, Korupsi, IPM yang rendah, minimnya opini publik* dsb.

Bingung karena negara dengan berjuta kabar baik yang saya terima sewaktu SD, sekarang menjadi sebuah negara yang disebut sebagai negara gagal.

Seberapa valid kabar yang saya terima ? Yah setidaknya ini akan menjadi acuan bagi saya kedepan (sukur-sukur bagi yang lain), bahwa banyak hal yang harus saya (kita) kerjakan.

*miskinnya opini publik bisa dianalisa dengan mengikuti berita media (terutama media lokal) terhadap pemerintahan yang ada ditempat tersebut. Sebagai contoh, Radar X, maka berita-beritanya tidak jauh dari dukungan kepada pemerintahan X, tidak peduli rakyat X menderita dll Bahkan ada pemerintahan daerah tertentu yang sampai berani menggaji  wartawan.

Categories: Umum | 5 Komentar

Navigasi pos

5 thoughts on “Kisah Indonesia dimataku dari waktu ke waktu

  1. Kalau Soeharto masih berkuasa sampai kamu SMA, mungkin ceritanya masih sama dg saat kamu SD…. 🙂

  2. Ayo Ka, di-update terus blognya. Sibuk ya udah jadi bapak2 sekarang.. 🙂

    • ekaraharja

      hix…hix…bukan sibuk…tepatnya lagi nyoba belajar lagi biar buat orang nyaman ketika masuk di blog ini…so update konten libur dulu beberapa bulan mungkin…selama ini kan tamu yang “konsisten” masih mas aja…nah sekarang saya berhenti dulu ngisi konten (sebenarnya udah ada dan siap launching)…tunggu j waktunya…
      Yang saya rasakan menjadi bapak, lebih terpacu aja untuk berbuat banyak hal agar saya bisa menciptakan sistem yang aman buat keturunan saya hingga akhir jaman kelak (Amin). Diantaranya, sekarang2 saya lagi sama2 nyoba buat yayasan gitu…(udah diajukan ke Notaris)
      Tahu sendiri kan sistem kehidupan yang berada disekeliling kita? Begitu kacau, Ingin mengubah? Saya tidak mempunyai kekuatan untuk itu, makanya saya beserta rekan2 bermaksud meniru sistem ideal yang pernah ada…karena kami sadar, mengubah sistem susah…tapi meniru sistem Insya Allah bisa…
      Untuk masalah kesibukan…Alhamdulillah, dengan skill yang saya miliki, saya masih bisa tidur lebih dari 8 jam sehari (lebih lama kebanding dulu) dengan pendapatan yang alhamdulillah bisa dinikmati oleh lebih dari 5 orang, bahkan lebih….
      Thanks y mas…

      • Wah, mantab. Yayasan apa tuh Ka?
        Btw, pendapatan bisa dinikmati lebihd dari 5 orang? Wah, bisa punya lebih dari satu dong.. 🙂
        Sukses ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: