Renunganku

Dunia terus berjalan tanpa diriku…

Setidaknya itulah yang sering terngiang-ngiang dalam otakku, kulihat dikanan dan dikiriku semuanya berjalan tanpa kendaliku.

Ada orang sedang berdagang

Ada orang yang sedang mengemis

Ada orang sedang  membuat karya besar

Ada orang yang sedang tidur terlelap

Ada orang yang sedang belajar banyak hal

Ada orang yang sedang bersenang-senang menikmati kenyamanan semu narkoba

Ada orang yang sedang berusaha dengan keras memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan modal usahanya

Ada orang yang sedang sibuk memikirkan bagaimana ia bekerja

Ada orang yang sedang sibuk mencari persamaan matematis bagi thesisnya

Ada orang yang sedang sibuk mencari penjual thesis menuju kelulusan S2 nya

Ada orang yang sedang sibuk merampungkan desain kapal selam

Ada orang yang sedang kesusahan mengerjakan tugas 6 bulan yang  dikerjakan hanya semalam

Ada orang yang sedang sibuk mencari foto digital untuk pemotretan hari wisudanya

Ada orang yang sedang sibuk mengurusi bagaimana ia ‘mengundurkan diri’ dari kampusnya dengan ‘indah’

Ada orang yang sedang mencari bait terakhir karya lagunya

Ada orang yang sedang sibuk menutupi plagiatnya agar tidak kelihatan dimata umum

Ada orang yang sibuk menuntut hak bagi pekerjaannya

Ada orang yang sibuk mencari-cari aturan agar setiap pengeluaran seperti pajak, gaji karyawan, dan lain sebagainya dibuat minim

Ada orang yang buta, bersama ibunya yang telah tua renta berjuang menjual sapu lidi hingga berjalan berpuluh-puluh kilometer

Ada anak muda bertubuh tegap, sehat berjalan disetiap toko pasar karangampel demi mengharap belas kasihan dari pemiliknya

Ada orang yang sibuk merakit komputer demi penemuan terbesarnya

Ada orang yang sibuk mencari-cari uang tambahan agar komputernya compatible dengan setiap game

Ada anak yang sedang menangis mencari-cari ayahnya direruntuhan rumah akibat bom tentara Israel

Ada anak yang sedang menangis karena ia tidak mendapat restu membeli playstation 3 dari orang tuanya

Itulah beberapa hal yang diluar kendaliku, dan itu benar-benar kenyataan yang sering terjadi disekitarku

Ingin aku ikut andil dan berpengaruh terhadap semuanya. Akan tetapi diri ini tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk mewujudkannya

Diri ini terlena akan banyak hal

Sehingga tidaklah aneh jika banyak hal yang diluar dugaan, diluar kendali dari tenaga, pikiran dan hatiku..

Yah…setidaknya judul diatas sering membangunkan diriku dari keterlelapan akan hal yang sia-sia

Sia-sia dalam memanfaatkan waktu

Sia-sia dalam memanfaatkan uang

Sia-sia dalam memanfaatkan jaringan yang ada

Sia-sia dalam melihat peluang yang ada

Aku berpesan untuk diriku, agar membaca tulisan ini…

Agar bangun dan membangun sebuah karya untuk dunia…

Bukan hanya bangun dan memakai karya orang lain didunia…

Categories: Menulis, Umum | Tag: , | 6 Komentar

Navigasi pos

6 thoughts on “Renunganku

  1. hai, sy Agus Suhanto, tulisan yg oke 🙂 … lam kenal yaa

  2. Sudah siang Ka, bangun.. 🙂

    • ekaraharja

      Ok…thanks..
      setidaknya saya sedang mengais puing-puing yang ada…
      memang sudah siang…tapi untungnya belum sore….
      sekali lagi thanks ya maz…

  3. cukuz

    aink ya…

  4. aduh…
    renungannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: