hack-hack-hack@@@@@@@@**

klik ini

Iklan

The Power Of Share…

Bila Anda sering mengikuti training-training motivasi, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata the power of a dream, hal mana dengan kekuatan impian, segala hal yang kelihatan mustahil bisa tercapai. Begitu juga ada istilah the power of exchange. Hal mana, dengan perubahan yang lebih baik, kita bisa mencapai hal yang paling tersulit sekalipun. Dan the power yang lainnya.

Namun, ada lagi “the power” yang patut Kita jalankan, salah satunya adalah the power of share.
Dengan berbagi, baik Ilmu maupun harta, kita bisa menjadi seseorang yang bisa mendapatkan apapun. Baik ilmu, maupun Harta. Sehingga ketika kedua hal tersebut dengan mudah kita dapatkan, lalu apalagi yang akan menghalangi kita untuk mencapai suatu tujuan.
Studi kasus, mari kita berkunjung di blog tempat saya mengais ilmu untuk blog saya ini yaitu http://afatih.wordpress.com/ bila kita analisa, betapa enaknya beliau. Itu juga Karena jerih payahnya yang sudah membagikan ilmu secara gratis kepada siapapun. Kenapa enak? Lihat saja salah satu postingannya, yaitu pada postingan berjudul Internet koneksi unlimited, bisa dilihat dengan mengklik ini. Yang diakhiri kata dari beliau “Yang sudah pernah makai layanan internet di atas tolong kasih review-nya ya.. ” artinya dalam posting tersebut, dengan tidak canggung beliau meminta ilmu kepada siapa saja dan yang paling enak, dijawab dengan serius oleh komentatornya. Hal mana bisa kita teliti bahwa banyak diantaranya telah mengais ilmu beliau.
Berbagi bisa menghemat waktu
Bayangkan, bila mas Fatih harus mencari informasi dari pemakai semua ISP yang beliau pertanyakan. Betapa banyak waktu yang tersita untuk sekedar mendapatkan info itu, setidak-tidaknya Beliau berjalan jalan didunia maya untuk bertanya pada tiap-tiap pemakai ISP. Akan tetapi, karena hasil dari kekuatan berbagi, beliau hanya membuat postingan yang isinya permintaan informasi tentang ISP, kemudian duduk manis dan atau mengerjakan pekerjaan lain menunggu jawaban. Alias, jauh lebih hemat waktu.
Berbagi bisa menghemat biaya
Pada kasus yang sama, bayangkan bila mas Fatih harus mencoba tiap produk internet unlimited yang ditanyakan olehnya, berapa rupiah yang harus beliau keluarkan sia-sia karena tidak cocok dengan kondisi tempat beliau tinggal, misal karena tidak tercoverage evdo untuk ISP Smart. Akan tetapi, karena hasil review dari salah satu komentator di postingan beliau. Memungkinkan beliau memilih satu ISP hasil review komentatornya. Alias tidak perlu mencoba-coba semua ISP sehingga bisa menghemat biaya.
Berbagi memungkinkan kita mudah beradaptasi diberbagai sistem
Inti adaptasi adalah kita kita menerima dan diterima dalam sistem. Menerima tersebut adalah kita dengan sukarela untuk mau berintegrasi dengan segala aturan yang ada (tentunya aturan yang sesuai dengan perikamanusiaan), sedangkan diterima adalah keberadaan kita diakui dalam sistem tersebut. Bagi orang tertentu, beradaptasi sangatlah susah. Tetapi tidak bagi orang yang suka berbagi. Semakin mudah kita berbagi, semakin mudah pula kita beradaptasi. Pada kasus yang sama, betapa mudahnya postingan mas Fatih diapresiasi (terlihat dari jumlah komentarnya). Itu menandakan, betapa mudahnya beliau diterima dalam komunitas blogger. Hal itu, karena ia sangat mudah untuk berbagi. Dikehidupan nyata, bisa kita lihat betapa mudahnya orang diterima disuatu sistem bila Ia mudah berbagi.
Agaknya sudah menjadi hukum alam, bila kita memberi, maka kita akan diberi. Bahkan kita akan diberi 700 kali lipat bila kita memberi (hal mana ini merupakan janji Allah).
surat Al-Baqoroh ayat 261 – 263, menyebutkan :
“ Perumpamaan ( Nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang munumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan ( ganjaran ) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas ( karunia-Nya ) lagi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti ( perasaan si penerima ), mereka memperoleh pahala disisi Robb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka tidak bersedih hati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan. Dan Allah Maha Kaya lagi Maha penyantun.”
So, Berbagilah untuk kemenangan Kita….
Berbagilah karena :
Setetes Ilmu Anda bisa menjadi penyempurna ilmu orang lain
Setetes Darah Anda bisa menjadi penyambung nyawa orang lain

airterjun1

Berbagi tidak pernah rugi…

Air terjun bertahun-tahun berbagi…Tapi, tidak pernah mengering..

Thanks….

Categories: Umum | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Cara menghubungkan PC di Kantor Anda

E-book gratisan pertamaku tentang cara menghubungkan PC dikantor Anda

Preview E-book

Cara menghubungkan antar PC dikantor

tipikal-jaringansumber gambar : http://kenzeykio.wordpress.com/2009/02/18/jaringan/

*tutorial ini berlaku pada OS windows (Xp khususnya). so bagi Anda yang tidak memakai Windows segera tinggalkan tutorial ini…..

Pengantar

Dalam perkantoran, kita bisa melihat begitu banyak komputer. Begitu juga di kampus-kampus, warnet dll. Bagi kita kebanyakan, menghubungkan antar komputer adalah urusan orang tertentu saja (baca:teknisi komputer). Namun, sebenarnya itu bukanlah pekerjaan yang susah untuk membuat antar komputer terhubung. Sedikit ilmu tentang jaringan komputer saja sudah cukup bagi kita untuk membuat dokumen dikomputer manapun yang bisa di baca dikomputer manapun. Bingung ya, begini ilustrasinya. Misalkan di kantor ada 20 komputer. Sebut saja, dalam kesempatan tertentu, kita mengerjakan komputer nomer 1. Anggap pekerjaan kita selesai, namun yang jadi masalah adalah ketika kita mencetak dokumen yang kita buat tersebut. Bagi teknisi tertentu, mereka menyeting hingga share printer jaringan. Sehingga ketika kita tekan ctrl + P pada dokumen kita, maka langsung bisa kita print, walaupun dokumen itu keluar pada printer yang ada di komputer pusat (baca : Server). Nah, bila teknisi komputer tidak menyetting share printer pada jaringan, sedangkan kita tidak membawa flashdisk/media storage lainnya? Gimana ya? Apa kita ambil CPU komputer nomer 1 tersebut ke server? atau kita bawa printer server ke tempat komputer nomer 1?. Ada flashdisk saja kita juga akan kesulitan, coba saja ketika user di komputer 1 meminta cetak dokumen, misalkan data tersebut kita ambil, terus dicetak di komputer server selesai, itu baru 1 user, bila user saat itu lebih dari 10 orang saja yang meminta untuk mencetak dokumen yang ada? Haruskah kita sebagai administrator bolak-balik dikomputer 10 tersebut untuk mengambil dokumen yang mereka minta untuk kita cetak? Betapa repotnya kalau hal itu memang harus kita lakukan, apalagi yang meminta untuk mencetak adalah lebih dari 10. Waduh…gak terbayang betapa repotnya.

Untuk itu, sebagai pemenuhan dari operator warnet yang memakai jasa saya dalam membangun jaringan komputer yang ada khususnya serta bagi Anda yang ingin menyelesaikan masalah seperti yang saya paparkan diatas. Dan yang terpenting, ini merupakan arsip buat saya bila suatu saat saya pribadi. Saya menyusun tutorial kecil ini. Diharapkan bisa menjadi acuan bagi operator warnet dan Anda sekalian.

Pembahasan

Setting Hardware

Untuk menghubungkan tiap komputer, hal yang harus dipenuhi adalah :

  1. Tiap Komputer mempunyai Lan card (untuk Motherboard saat ini, sudah dilengkapi Lan Card integrated)
  2. 1 switch hub
  3. Kabel LAN yang sudah tersusun PC to PC (karena dalam kasus ini, saya asumsikan untuk komputer lebih dari 1), bisa didapat ditoko komputer. Dengan Bahasa pasar kabel LAN PC to PC.

Bila semua persyaratan yang ada diatas sudah terpenuhi, dengan asumsi tiap komputer sudah terinstal driver lan card. Maka komputer-komputer tersebut sudah siap dihubungkan.

Berikut langkah-langkahnya :

  1. Colokkan kepala kabel Lan 1 ke slot yang ada pada Lan Card, sedangkan kepala kabel Lan yang lainnya ke slot pada hub.
  2. Begitu juga komputer yang lainnya

Setting Software

Ketika setting Hardware sudah selesai, kemudian kita ke langkah berikutnya yaitu setting pada komputer (software).

Berikut langkah-langkanya….

Selengkapnya Bisa download di sini

Ok selamat mencoba…

Categories: Komputer | Tag: , , | 2 Komentar

RPP Bahasa Inggris

Ni RPP aseli Buatanku…Dan sekarang Adikku memerlukannya

Sok aja download bagi yang butuh…di sini

Yah meskipun tidak seberapa, semoga ini bisa membantu…

Categories: Pekerjaan | 2 Komentar

Kisah Indonesia dimataku dari waktu ke waktu

garuda_pancasila

SD

Bila saya flash back sejenak ketika saya di ‘doktrin’ oleh guru-guru SD saya dahulu tentang bagaimana kondisi Tanah air kita, saya seakan-akan berada di Negeri impian. Sebuah Negeri dengan kekayaan alam yang melimpah. Hal itu didukung pula dengan teori-teori lain seperti ramahnya masyarakat kita, Kuatnya ikatan emosional antar sesama kita, sehingga muncul kata gotong royong disetiap pekerjaan. Bapak dan Ibu guru saya dengan penuh semangat menceritakan bahwa Indonesia disebut sebagai jamrud khatulistiwa oleh bangsa lain. Negeri yang mungkin menjadi salah satu replika surga. Bung Haji Rhoma Irama pun tak ketinggalan “membantu” Guru saya menerangkan bagaimana berlimpahnya penduduk kita.

SMP

Setidaknya hal itu yang menemani hari-hari saya di SD ketika berbicara tentang Tanah air kita. Coba bila kita bandingkan dengan hari-hari saya saat di SMP mungkin hal-hal di atas sudah mulai mereda. Diawali dengan saya mulai mengetahui bahwa Negeri dengan segala kekayaannya (baik SDA maupun SDMnya) mempunyai predikat Sebagai Negeri berkembang. Khusus bagi saya pribadi, hal itu sangat bingung saat itu (waktu saya SMP) kok bisa, Jepang saja dengan segala kekurangannya bisa mendapat predikat sebagai Negera Maju. Kok bisa, Inggris yang sekecil itu menjadi salah satu anggota G8, setahu saya waktu itu Negara G8 adalah kelompok Negara termaju didunia.

SMA

Lebih bingung lagi ketika saya di SMA, saat itu Guru Geografi saya mengatakan bahwa Indonesia tergolong sebagai Negara berkembang sejak beliau masih SD. Beliau juga menjelaskan bahwa Negara Berkembang adalah pemberian nama yang sopan bagi Negara Miskin, terbelakang dll, layaknya jika kita ingin Buang air besar kita mengatakan ingin ke belakang. Bukan hanya seperti itu, dari pelajaran Budi Pekerti di SMA, saya mengetahui bahwa jikalau dikalkulasikan untuk melunasi hutang Indonesia adalah Rp.7.000.000 per kepala dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia saat itu (sekitar tahun 2003) 200 juta. Ini per kepala, jadi yang baru lahir maupun yang mau meninggal dibebankan Rp.7000.000 untuk melunasi hutang Indonesia.

Sedikit cerita lain saat SMA

Waktu itu, sebagai manusia biasa, saya juga membutuhkan eksistensi saya diakui diberbagai kalangan. Tidak terkecuali pada orang yang sudah tidak concern pada informasi-informasi seperti ini. Dalam hal ini, saya mencoba menampakkan eksistensi saya sebagai pelajar SMA dengan iseng mengajak ngobrol seorang petani yang menurut perkiraan saya sudah berumur 60 tahun. Tema yang saya bahas adalah tentang masalah hutang Indonesia yang saya ketahui dari Pelajaran Budi Pekerti saya. Disinilah yang saya maksudkan saya mencoba menampakkan eksistensi saya, yaitu dengan mengambil tema obrolan yang menurut perkiraan saya jauh dari pemikiran beliau. Secara seksama, walaupun dengan raut wajah yang bingung, Beliu  mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut saya. Namun, diakhir pembicaraan, alih alih saya dipuji karena sudah sepatutnya seorang pelajar memikirkan bangsanya, malahan saya dicemooh oleh beliau. Beliau mengatakan, apa yang dibicarakan oleh saya bohong belaka. beliau beralasan, bahwa sejak dahulu hingga sekarang, beliau tidak pernah gratis, dimulai dari makan, biaya sekolah anak cucunya, listrik, BBM , penerangan jalan dll. Tapi mengapa masih dianggap berhutang. Beliau menghitung, (beliau dan keluarga) berhutang Rp.70.000.000 kepada negara. Beliau juga menguatkan alasannya dengan menyatakan bahwa sampai saat ini Beliau belum pernah merasakan yang namanya pensiun. Tapi kok masih dianggap berhutang ?.  Saya hanya bisa terdiam, pertama karena saya tidak menyangka bahwa beliau akan mengungkapkan alasan hingga sampai ke pembayaran pajak penerangan jalan, kedua karena memang alasan beliau sangat masuk akal. Lalu sebenarnya siapa yang berhutang ?.

Kini (2009)

Lebih membingunkan lagi, ketika saya browsing, saya mendapatkan telaah hasil studi yang dilakuan World Economic Forum dan Universitas
Harvard sekitar tahun 2002 tentang negara gagal, ciri-cirinya, dan apa
akibatnya. Studi mereka meliputi 59 negara, hal mana Indonesia termasuk.
Studi ini memberi tempat untuk kita bercermin tentang apa yang sedang
terjadi di Indonesia. Artinya menurut penelitian ilmiah yang sudah teruji metodanya, negara kita adalah sebuah negara yang gagal. Karena semua ciri negara gagal telah ada di Indonesia. Mulai dari Kriminalitas yang merajalela, Korupsi, IPM yang rendah, minimnya opini publik* dsb.

Bingung karena negara dengan berjuta kabar baik yang saya terima sewaktu SD, sekarang menjadi sebuah negara yang disebut sebagai negara gagal.

Seberapa valid kabar yang saya terima ? Yah setidaknya ini akan menjadi acuan bagi saya kedepan (sukur-sukur bagi yang lain), bahwa banyak hal yang harus saya (kita) kerjakan.

*miskinnya opini publik bisa dianalisa dengan mengikuti berita media (terutama media lokal) terhadap pemerintahan yang ada ditempat tersebut. Sebagai contoh, Radar X, maka berita-beritanya tidak jauh dari dukungan kepada pemerintahan X, tidak peduli rakyat X menderita dll Bahkan ada pemerintahan daerah tertentu yang sampai berani menggaji  wartawan.

Categories: Umum | 5 Komentar